Malaysia-Penang

Mendengar kata Penang, yang teringat adalah makanan yang terkenal yaitu Laksa

19 tahun lalu, di tahun 2000, saya mengunjungi Penang dengan menyebrangi jembatan dari mainland. Pernah juga naik ferry dari mainland dan Medan!

Kali ini saya naik kereta dari Kuala Kangsar, tiba di Butterworth kemudian naik ferry ke Pulau Pinang.

Tiba di penginapan di kawasan Georgetown dekat Komtar menjelang malam, kami beristirahat dan baru keesokan hari berjalan-jalan

Pagi hari kami mencari makanan khas sini, yang memang agak sulit karena harus dipastikan halal. Kami memilih kwetiau Bee Hwa

Dan ini adalah penampakan kwetiau goreng yang enak

Kemudian kami menuju terminal bis di Komtar menuju Bukit Bendera

Penang Hill

Bukit Penang adalah sekelompok puncak di Pulau Penang, Malaysia. Terletak di pinggiran Air Itam, 9 km (5,6 mi) barat dari Georgetown. Bukit Penang juga dikenal dengan nama Melayu Bukit Bendera, yang sebenarnya mengacu pada Bukit Flagstaff, puncak yang paling ramai.

Bagian atas bukit dapat diakses melalui Penang Hill Railway dari stasiun pangkalannya di Hill Railway Station Road.

Hingga saat ini, sistem kereta api kabel ini adalah satu-satunya dari jenisnya di Malaysia, yang mengangkut lebih dari satu juta pengunjung ke puncak Bukit Penang setiap tahunnya

Turun dari Penang Hill kami makan tom yam soup dulu

Dalam perjalanan pulang dengan bis, kami singgah sejenak di Kek Lok Si temple

Batu ferringhi

Kami mengunjungi kawasan pantai Batu ferringhi yang lumayan berpasir putih

Dan singgah di salah satu mall di sana

Sebelum kembali ke penginapan kami mencoba minum cendol yang terkenal yaitu Teo Chew cendol

Georgetown

Georgetown adalah kota yang nyaman bagi pejalan kaki, dengan serangkaian jalan dan lorong yang terencana dengan baik yang menghubungkan salah satu ujung ibukota Penang ke ujung lainnya.

Pada sore hari kami berjalan kaki menjelajahi Georgetown dimana penginapan kami berlokasi

Kawasan ini merupakan kota yang begitu semarak, karikatur seni jalanan yang berwarna-warni tepat di samping kuil-kuil berusia berabad-abad.

Setelah istirahat sejenak dari panasnya siang hari,kami siap berjalan kaki menelusuri lorong-lorong di Georgetown

Ada banyak hal-hal menarik di sepanjang jalan, mulai dari eksterior bangunan-bangunan yang menarik hingga lukisan mural

Ada banyak kreativitas, ditambah dedikasi untuk melestarikan warisan kolonial negara pulau ini dan bukti tentang hal ini dapat ditemukan di mana-mana.

Apa yang paling kami sukai dari Georgetown adalah bahwa meskipun hampir semuanya berada dalam jarak berjalan kaki, Anda tidak harus berjalan jika tidak mau – cukup menyewa becak berwarna cerah dan diantarkan ke pintu masuk setiap kuil dan dipenuhi seni jalan!

Kami melewati Peranakan Green Mansion

Kami istirahat makan rojak di Fort Cornwallis

Kemudian kami kembali berjalan kaki dan melewati Masjid Kapitan Keling

Lanjut bertemu Armenian street

Kembali melewati lorong-lorong unik dengan rumah-rumah cantik

Semakin banyak mural di sepanjang lorong

Dan bangunan-bangunan unik lainnya

Karena sudah lelah kami pulang dan beristirahat. Keesokan pagi kami mengunjungi Clan Jetties dan makan nasi lemak

Plus makan tami di tempat kwetiau

Kami bersiap menuju bandara dengan naik bis dari Komtar

Tiket bis yang sangat murah meski menunggu lama hihihi

Dari Penang kami terbang ke KLIA dan makan nasi ayamInilah saatnya kembali ke Indonesia12-13 March 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s